Purnamatravel’s Blog

Customer is my family

PENERBANGAN MENUJU BANJARMASIN

Dari Jakarta :

Lion Air ( sehari 6x )

Garuda Indonesia ( sehari 4x )

Sriwijaya Air ( sehari 1x )

Batavia Air ( sehari 1x )

Citilink ( sehari 1x )

Dari Surabaya :

Lion Air ( sehari 5x )

Sriwijaya Air ( sehari 1x )

Batavia Air ( sehari 1x )

Citilink ( sehari 3x)

Dari Balikpapan :

Sriwijaya Air ( sehari 1x )

Batavia Air ( sehari 1x )

Trigana Air ( sehari 1x )

Dari Semarang :

Sriwijaya Air ( sehari 1x )

Trigana Air ( sehari 1x )

Dari Jogyakarta :

Lion Air ( sehari 1x )

Dari Makasar :

Merpati Air ( sehari 1x )

Dari Sampit :

Kal Star ( sehari 1x )

Iklan

Maret 30, 2011 Posted by | Info | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

KETUPAT KANDANGAN

Kota Kandangan merupakan Ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), merupakan kota transit bagi kendaraan umum dari Kota Banjarmasin yang akan menuju ke kota lainnnya atau sebaliknya.

Kota kecil ini, memiliki terminal yang cukup sibuk dan sebuah bangunan pasar tua dengan bentuk arsitektur yang mengesankan peninggalan era kolonial. Jika anda singgah di kota ini, cobalah makanan khas Kabupaten HSS Kandangan yang lezat yaitu Ketupat yang dimakan dengan Gulai Ikan Harua (gabus).

Apabila melangkahkan kaki ke daerah Kandangan Kabupaten HSS ini, di setiap warung makanan di pinggir Jalan A Yani, Trans Kalimantan, nyaris semuanya menyediakan menu yang namanya Ketupat Kandangan. Parincahan adalah satu kawasan yang bisa dikatakan sentralnya ketupat kandangan yang terkenal sejak era 1980 an sampai sekarang. Di ruas Jalan A Yani, tepatnya mulai Simpang Lima sampai arah menuju luar kota menuju Kota Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST) akan ditemui deretan warung Ketupat.

Ketupat kandangan disediakan dengan gulai santan dan ikan haruan yang dipanggang menggunakan arang kayu dan batok kelapa. Gulai ikan haruan ini juga disajikan dengan cara khas daerah Kandangan. Ikan tidak langsung dicampur dengan kuah gulai, tetapi dibikin terpisah. Setelah dipanggang dalam tusukan sate, barulah haruan (gabus) ini dicelup dalam kuah gulai lalu disajikan bersama potongan-potongan ketupat.

Ikan haruan atau gabus (Ophiocephalus striatus atau Channa striatus) adalah jenis ikan yang banyak hidup di rawa-rawa, bahkan di genangan-genangan air yang masam di Kalimantan Selatan (Kalsel). Dapat dikatakan ikan haruan adalah makanan rakyat Banjar yang umumnya disantap bersama ketupat kandangan. Inilah makanan yang menduduki nilai penting dalam hidangan makanan khas Kalsel.

Bahkan, untuk ikan haruan berapa pun harganya di pasaran akan dibeli warga demi melengkapi hidangan makanan khas, terutama untuk hidangan ketupat kandangan.

Sementara itu, Warung ketupat Kandangan yang terkenal ialah ‘ Warung Ketupat Kaganangan’. Berada di kawasan Parincahan bersebelahan juga dengan warung ketupat yang lainnya. Di warung ini, ketupat ditawarkan dengan satu porsi plus minumnya hanya Rp16.000.
Cukup puas menikmati langsung kuliner Kabupaten HSS, jika langsung datang ke warung tersebut. Tak sedikit para pelancong yang datang ke Kabupaten HSS, tidak pernah melewatkan untuk singgah di warung yang khas menjual ketupat Kandangan tersebut.

Maret 25, 2011 Posted by | Wisata Kuliner | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

MADIHIN (Puisi Rakyat Banjarmasin)

Madihin dituturkan sebagai hiburan rakyat untuk memeriahkan malam hiburan rakyat yang digelar dalam rangka memperintai hari-hari besar kenegaraan, kedaerahan, keagamaan, kampanye partai politik, khitanan, menghibur tamu agung, menyambut kelahiran anak, pasar malam, penyuluhan, perkawinan, pesta adat, pesta panen, saprah amal, upacara tolak bala, dan upacara adat membayar hajat (kaul, atau nazar).

Orang yang menekuni profesi sebagai seniman penutur Madihin disebut Pamadihinan. Pamadihinan merupakan seniman penghibur rakyat yang bekerja mencari nafkah secara mandiri, baik secara perorangan maupun secara berkelompok.

Setidak-tidaknya ada 6 kriteria profesional yang harus dipenuhi oleh seorang Pamadihinan, yakni : (1) terampil dalam hal mengolah kata sesuai dengan tuntutan struktur bentuk fisik Madihin yang sudah dibakukan secara sterotipe, (2) terampil dalam hal mengolah tema dan amanat (bentuk mental) Madihin yang dituturkannya, (3) terampil dalam hal olah vokal ketika menuturkan Madihin secara hapalan (tanpa teks) di depan publik, (4) terampil dalam hal mengolah lagu ketika menuturkan Madihin, (5) terampil dalam hal mengolah musik penggiring penuturan Madihin (menabuh gendang madihin) , dan (6) terampil dalam hal mengatur keserasian penampilan ketika menuturkan Madihin di depan publik.

Tradisi Bamadihinan masih tetap lestari hingga sekarang ini. Selain dipertunjukkan secara langsung di hadapan publik, Madihin juga disiarkan melalui stasiun radio swasta yang ada di berbagai kota besar di Kalsel. Hampir semua stasiun radio swasta menyiarkan Madihin satu kali dalam seminggu, bahkan ada yang setiap hari. Situasinya menjadi semakin bertambah semarak saja karena dalam satu tahun diselenggarakan beberapa kali lomba Madihin di tingkat kota, kabupaten, dan provinsi dengan hadiah uang bernilai jutaan rupiah.

Tidak hanya di Kalsel, Madihin juga menjadi sarana hiburan alternatif yang banyak diminati orang, terutama sekali di pusat-pusat pemukiman etnis Banjar di luar daerah atau bahkan di luar negeri. Namanya juga tetap Madihin. Rupa-rupanya, orang Banjar yang pergi merantau ke luar daerah atau ke luar negeri tidak hanya membawa serta keterampilannya dalam bercocok tanam, bertukang, berniaga, berdakwah, bersilat lidah (berdiplomasi), berkuntaw (seni bela diri), bergulat, berloncat indah, berenang, main catur, dan bernegoisasi (menjadi calo atau makelar), tetapi juga membawa serta keterampilannya bamadihinan (baca berkesenian).

Para Pamadihinan yang menekuni pekerjaan ini secara profesional dapat hidup mapan. Permintaan untuk tampil di depan publik relatif tinggi frekwensinya dan honor yang mereka terima dari para penanggap cukup besar, yakni antara 500 ribu sampai 1 juta rupiah. Beberapa orang di antaranya bahkan mendapat rezeki nomplok yang cukup besar karena ada sejumlah perusahaan kaset, VCD / DVD di kota Banjarmasin yang tertarik untuk menerbitkan rekaman Madihin mereka. Hasil penjualan kaset, VCD / DVD tersebut ternyata sangatlah besar.

Maret 25, 2011 Posted by | Wisata Budaya | , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

BATIMUNG (Mandi Uap Masyarakat Banjar)

Di tengah serbuan berbagai macam jenis kosmetik modern dan berbagai cara perawatan kesehatan dan kecantikan di salon-salon, ada satu adat budaya di Kalimantan Selatan yang sampai sekarang masih dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Batimung, membuang keringat dari badan dengan cara diasapi serta ditambahkan bunga-bungaan dan ramuan alami untuk memberi keharuman kepada badan orang yang ditimung tadi. Batimung salah satu syarat bagi calon pengantin untuk menghadapi pesta perkawinannya nanti. Tujuannya agar mempelai laki-laki dan perempuan saat acara berlangsung tidak mengeluarkan bau keringat biasa tetapi berganti menjadi bau harum yang menambah pesona. Proses batimung biasanya dilakukan pada malam hari, dilaksanakan oleh para wanita dari keluarga orang yang batimung.

Untuk keperluan batimung biasanya terdiri dari:
1) Bedak atau wadak, yang sering disebut mangir wangi. Terbuat dari beras kencur ditambah dengan bahan alami lainnya yang mengandung wangi-wangian.
2)Bahan-bahan tambahan tersebut direbus sehingga uap itulah yang akan memberikan bau harum. Bahan tambahan antara lain, daun pudak/pandan wangi, tamu giring, limau purut, kulit bawang merah, babakan pula santan, kayu manis, menyan, daun sop, pucuk ganti, mang soe sebangsa akar, bunga akar. Semua bahan tersebut dibuat dalam ramuan kecil-kecil kemudian dimasukkan kedalam kuantan lalu direbus sampai mendidih, tutupnya dijaga agar jangan terbuka sehingga asapnya keluar sebelum diperlukan.

Proses batimung:
1) Sebelum memasuki timungan, badan orang yang akan ditimung dibedaki dengan wadak sampai bersih dan harum sehingga segala kotoran yang melekat di tubuhnya hilang. Membedaki dilakukan oleh para wanita yang ditugaskan. Biasanya sambil membedaki ini calon pengantin akan digoda dengan senda gurau para pembedak.
2) Setelah selesai diwadak, calon pengantin disuruh duduk di atas sebuah bangku yang rendah disebut dadampar, kemudian segala pakaian yang melekat disuruh tanggalkan diganti dengan selimut tebal beberapa lapis sampai ke atas kepala kecuali muka dan hidung.
3) Selesai diselimuti, barulah ramuan mendidih tadi diletakkan dibawah dadampar dan tutupnya dibuka sehingga uap harum bisa keluar dan membasahi tubuh orang yang batimung

Biasanya bagi calon pengantin laki-laki, acara batimung cukup tiga hari, tetapi bagi calon pengantin wanita bisa sampai satu minggu bahkan ada yang hampir satu bulan. Setelah acara batimung selesai akan terlihat perbedaan nyata yang tampak pada kulit orang batimung serta keringatnya mengeluarkan bau yang harum.

Maret 25, 2011 Posted by | Wisata Budaya | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

MASJID SABILAL MUHTADIN

Masjid ini terletak di tengah Kota Banjarmasin. Nama ”Sabilal Muhtadin” merupakan nama penghargaan terhadap ulama besar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary (1710-1812) yang selama hidupnya memperdalam dan mengembangkan Islam di Kerajaan Banjar.

Masjid Raya Sabilal Muhtadin dibangun di atas tanah seluas 100.000 meter persegi. Posisi masjid sekarang, pada zaman penjajahan Belan­da dikenal dengan Fort Tatas atau Benteng Tatas,

Masjid ini adalah Masjid terbesar di Kota Banjarmasin yang juga menjadi kebanggaan warga kota ini. Bangunan masjid mulai dinding, lantai, menara dan turap plaza, keseluruhannya berla­piskan marmer. Secara total masjid terbesar se-Kalimantan ini mampu menampung 15.000 ja­maah. Di bagian dalam bangunan sebanyak 7.500 dan di halaman 7.500.

Masjid Raya Sabilal Muhtadin sering sekali menjadi pusat peringatan hari-hari besar Umat Islam seperti : Shalat Idul Fitri dan Idul Adha, Peringatan Isra Mi’raj, Peringatan Maulid Nabi, Peringatan Khataman Al – Qur’an dan lain lain. Di Komplek Mesjid ini juga dilengkapi dengan Sekolah Islam Sabilal Muhtadin.

Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang mempunyai bentuk yang unik dengan kubahnya yang khas, sangat cocok untuk anda kunjungi ketika berkunjung ke Banjarmasin karena di komplek Mesjid ini juga terdapat Hutan Kota serta tidak jauh  dari Taman Maskot dan Siring Sungai Martapura.

Maret 25, 2011 Posted by | Obyek Wisata Kalimantan Selatan | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

MUSEUM WASAKA

Museum Wasaka adalah sebuah museum perjuangan rakyat kalimantan selatan. Wasaka singkatan dari Waja Sampai Kaputing yang merupakan motto perjuangan rakyat Kalimantan Selatan.

Museum bertempat pada rumah banjar Bubungan Tinggi yang telah dialih fungsikan dari hunian menjadi museum sebagai upaya konservasi bangunan tradisional.

Terletak di Gang H. Andir, Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

Maret 25, 2011 Posted by | Obyek Wisata Kalimantan Selatan | , , , , , , | Tinggalkan komentar

SOTO BANJAR

Soto Banjar ini merupakan makanan khas dari Banjarmasin yang  berupa makanan berkuah. Soto ini seperti soto kebanyakan tetap berkuah, tetapi makannya tidak dengan nasi melainkan dengan lontong, karena kalau dengan nasi disini dikenal dengan nasi sop.

Untuk Sotonya sendiri selain ada lontong dan kuah juga dilengkapi dengan irisan-irisan daging ayam dan bihun, dan tentunya es teh manisnya. Tapi bagi mereka yang takut dengan air, sebaiknya harus dipikrkan lagi untuk makan sambil ngapung ini, karena kemungkinan tidak akan berselera walaupun makannya enak banget.

Maret 25, 2011 Posted by | Wisata Kuliner | , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

NASI KUNING

Pagi hari biasanya banyak dijual Nasi Kuning. Nasi kuning merupakan makanan wajib untuk sarapan di pagi hari. Harga nasi kuning bervariatif mulai dari 2 ribu sampai 5 ribu rupiah tergantung lauknya.

Nasi kuning biasanya dijual dalam keadaan dibungkus dan biasanya dibungkus dengan daun pisang, lauknya bermacam-macam mulai dari Ikan gabus, Telor, Hati, Ayam, Itik sampai Daging Sapi dan dimasak dengan masak merah (Bhs. Banjar : Masak habang).

Jadi tidak salahnya anda mencoba nasi kuning khas banjarmasin ini juga berkunjung ke kota banjarmasin.

Maret 25, 2011 Posted by | Wisata Kuliner | , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

NASI ITIK (BEBEK) GAMBUT

Jika Anda berkesempatan ke Banjarmasin, tentu tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khas Banjar. Dikatakan sebagai makanan khas, tentu saja karena memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan daerah lain. Menu khas Banjar antara lain Soto Banjar , Ketupat Kandangan , kelelepon Martapura ataupun nasi itik gambut. Nasi itik gambut ini memiliki cita rasa sendiri, rasa itik / bebek gambut ini sangat lembut. Bahan-bahan yang digunakan adalah bahan dan bumbu dengan kualitas nomor satu. Selalu dan selalu akan memanjakan lidah pelanggan. Nasi Bebek gambut ini dapat anda temui dengan mudah jika anda dari bandara syamsudin noor  ke Kota Banjarmasin di sepanjang jalan A. Yani Km 14 (Gambut).

Maret 25, 2011 Posted by | Wisata Kuliner | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

WISATA RELIGIUS 3H / 2M

HARI 01 : MARTAPURA CITY TOUR ( L, D )

Penjemputan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Dijemput dan diantar menuju Desa Cempaka untuk melihat aktivitas PENDULANGAN INTAN dilanjutkan menuju Pusat Penjualan INTAN dan PERMATA di kota MARTAPURA. Check in hotel. (Istirahat – Acara bebas).

HARI 02 : WISATA ZIARAH ( B, L, D )

Makan pagi di hotel. Pagi-pagi berangkat ziarah ke makam KH. Zaini Abdul Ghani (Guru Ijai) di SEKUMPUL, Makam Syech Muhammad Arsyad Al Banjari di PELAMPAIAN dan diteruskan menuju makam Datu Sanggul di daerah RANTAU. Kembali ke hotel. (Istirahat – Acara bebas).

HARI 03 : BANJARMASIN CITY TOUR ( B, L )

Setelah shalat subuh dengan menggunakan klotok (perahu air) peserta berkeliling menyusuri sungai Barito menuju PASAR TERAPUNG. Dari pasar terapung sebelum ke hotel mampir dulu ke MAKAM & MASJID PANGERAN SURIANSYAH yang merupakan masjid tua dibangun pada masa Kerajaan Banjar Islam. Kembali ke hotel untuk mandi dan check out hotel selanjutnya menuju Bandara Syamsuddin Noor untuk kembali ke kota asal.

HARGA PAKET PANORAMA WISATA BANJARMASIN

HOTEL 2 – 4 Pax 5 – 10 Pax 11 – 15 Pax 16 – 20 Pax 21 – 27 Pax
EFA Guest House** 2.400.000 1.560.000 1.145.000 955.000 870.000
Grand Mentari*** 2.445.000 1.620.000 1.200.000 1.000.000 920.000
Amaris*** 2.495.000 1.695.000 1.265.000 1.065.000 980.000
HBI*** 2.575.000 1.790.000 1.355.000 1.150.000 1.070.000
Swiss Belt*** 2.745.000 2.015.000 1.560.000 1.335.000 1.270.000
Arum**** 2.645.000 1.885.000 1.445.000 1.225.000 1.155.000
Rattan In**** 2.845.000 2.150.000 1.680.000 1.445.000 1.380.000

Harga termasuk :

  • Akomodasi hotel sesuai pilihan paket wisata.
  • Berlaku unruk domestik, Kims / Kitas.
  • Program tour sesuai jadual perjalanan terlampir.
  • Makan pagi, makan siang dan makan malam sesuai program ( B, L, D )
  • Guide lokal berbahasa Inggris dan Indonesia.
  • Trasportasi AC Isuzu ELF, Pregio. Bus Pariwisata.
  • Tiket masuk Objek Wisata.
  • Mineral water.

Harga tidak termasuk :

  • Domestik Airport tax.
  • Minibar.
  • Biaya Laundry, telephone dan biaya pengeluaran pribadi lainnya.
  • Asuransi perjalanan.
  • Porter.
  • Biaya lain-lain yang timbul akibat adanya perubahan program perjalanan oleh peserta.

 

RESERVATION :

Sigit Purnomo

HP. 0811 51 3004

YM : sigit_pcibjm

Purnama Tour & Travel

PT. PURNAMA CAHAYA INSANI

Jl.A. Yani km 30 Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Telp     : (0511) 4774370, 7752999

Fax     : (0511) 4774370

Email   : purnama_travel@hotmail.com; sigit_pcibjm@yahoo.com

Maret 25, 2011 Posted by | Paket Wisata Banjarmasin, Wisata Religius | , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar